Kamis, 14 Mei 2009

Citra Bunda Maria-2009

Citra Bunda Maria di dalam kapel tua di Irlandia . Setelah sebuah club foto grafi mengadakan workshop fotografi di Kapel tersebut . Menurut sumber berita foto tersebut hanya muncul sekali, tetapi di iringi dengan suara angin dan beberapa kicau burung di sekitar gereja yang berterbangan seperti tanda sukacita. www.afp.com





Citra Bunda Maria di sebuah gereja di Rusia, diambil oleh seorang penjaga gereja pada pagi hari sebelum misa pagi di mulai. Tetapi sayang tidak ada yang merekam dalam video padahal terjadi selama 1 jam. Tetapi apapun itu, Bunda Maria sangat mengasihi kita semua dengan selalu mengingatkan kita dan datang tepat pada waktunya.

Video Kehadiran Bunda Maria di Assiut Mesir

Ini lah Video Kehadiran Bunda Maria Di Mesir.

Pesan Bunda Maria di Medjugorje


+++  P R O   E C C L E S I A   E T   P A T R I A !  +++
Subscribe? To: [EMAIL PROTECTED]; body: subscribe paroki e@mail (fullname)
--------------------------------------------------------------------------


Saudara-saudara yang terkasih:

Dalam penampakan-penampakanNya di Medjugorje, Bunda Maria mengirimkan
ribuan pesan-pesan kepada seluruh dunia dan juga berbagai rahasia mengenai
masa depan kepada para visioner (=yang melihat penampakan dan pesan-pesan
Bunda Maria). Dalam salah satu pesanNya, Bunda Maria meminta visioner
Marija Pavlovic untuk mengirimkan pesan penting kepada Bapa Suci Yohannes
Paulus II melalui perantaraan pastor Tomislav Vlasic. Dibawah ini adalah
cuplikan dari surat tersebut yang ditulis pada tahun 1983.
-------
Our Blessed Mother says:
"Excuse me for this, but you must realize that Satan exists. One day he
appeared before the throne of God and asked permission to submit the Church
to a period of trial. God gave him permission to try the Church for one
century. This century is under the power of the devil; but when the secrets
confided to you come to pass, his power will be destroyed. Even now he is
beginning to lose his power and has become aggressive. He is destroying
marriages, creating divisions among priests and is responsible for
obsessions and murder. You must protect yourselves against these things
through fasting and prayer, especially community prayer. Carry blessed
objects with you. Put them in your house, and restore the use of holy water."

Terjemahan bebas:
"Permisi, tetapi kamu harus menyadari bahwa Setan itu benar-benar ada.
Suatu ketika Dia muncul dihadapan Tahta Allah dan meminta ijin untuk
mencobai Gereja selama suatu masa tertentu. Allah memberikan Dia ijin untuk
mencobai Gereja selama satu abad. Abad ini berada dibawah pengaruh kekuatan
Iblis; tetapi ketika rahasia-rahasia (diberikan Bunda Maria kepada para
visioner di Medjugorje) yang diberitakan secara rahasia kepadamu terjadi,
maka kekuatan Setan akan dihancurkan. Bahkan sekarang Dia mulai kehilangan
kekuasaanNya dan telah menjadi agresif. Dia menghancurkan
perkawinan-perkawinan, menciptakan perselisihan diantara para
pastur/gembala Gereja dan bertanggung jawab atas obsesi-obsesi dan
pembunuhan. Kamu harus melindungi dirimu sendiri terhadap hal-hal ini
melalui puasa dan doa, terutama persekutuan doa. Bawalah benda-benda yang
telah diberkati denganmu (salib, rosario, dll). Taruhlah mereka juga di
dalam rumahmu, dan kembalilah gunakan air suci (Air Lourdes, Air
Sendangsono atau air yang sudah diberkati oleh Romo)."
-------

Sesungguhnyalah, sepanjang abad ke-20, berbagai Paus di Roma sudah mendapat
penglihatan yang mengerikan - Apocaliptic - akan masa depan Gereja Katolik.
Paus Leo XIII telah mendapat penglihatan yang mengerikan pada 13 Oktober
1884 mengenai 100 tahun dimana kekuasaan Setan mencapai puncaknya yaitu di
abad ke-20. Paus Leo XIII begitu terguncang hatinya akan kehancuran
nilai-nilai moral maupun agama di dalam maupun di luar Gereja, maka dia
mengarang suatu doa yang diucapkan setiap akhir Misa Kudus di Gereja
Katolik manapun. Doa kepada Malaikat Agung Santo Michael terus dipakai
sampai dihapuskan di Konsili Vatikan II tahun 1960 (sayang sekali!).

Paus Pius XII (1938-1958) yang juga diberi penglihatan mengerikan akan masa
depan Gereja Katolik ini pernah mengatakan kepada seorang asistennya: "Umat
manusia harus mempersiapkan dirinya untuk penderitaan - penderitaan yang
belum pernah terjadi sebelumnya." Bapa Suci bersurat dengan Suster Lucia -
visioner dari penampakan Bunda Maria di Fatima (1917) dan agaknya karena
ini, Bapa Suci meng-konsekrasi seluruh Gereja dan Dunia kepada hati Bunda
Maria pada tahun 1942. Akan tetapi Suster Lucia menginginkan agar Bapa Suci
meng-konsekrasi Russia dengan cara serentak bersama seluruh Uskup-uskup
sedunia seperti yang diminta oleh Bunda Maria di Fatima. Suster Lucia juga
mengatakan bahwa penderitaan manusia di masa depan - seperti yang
diwahyukan di Fatima - dapat dikurangi jika Bapa Suci meng-konsekrasi dunia
kepada Hati Tak Bernoda (Immaculate Heart) dari Bunda Maria, kali ini
dilakukan serentak dengan seluruh Uskup-uskup sedunia. Tapi sayangnya hal
ini tidak dilakukan sampai Bapa Suci meninggal.

Paus Yohannes XXIII yang membuka Konsili Vatikan II mengatakan: "Kami tidak
setuju dengan mereka-mereka yang menubuatkan hari kiamat, yang selalu
meramalkan bencana-bencana di masa depan."

Paus Paulus VI yang melakukan kunjungan singkat ke Fatima, seperti
pendahulunya, tidak pernah mengutuk kesalahan-kesalahan Russia, yang pada
waktu itu menyebarkan pengaruh dan paham komunisme di penjuru dunia. Dalam
suatu pemandangan yang menyedihkan, Suster Lucia menyerahkan hadiah kecil
berupa hasil kerajinan-tangan kepada Bapa Suci - yang mengijinkan dia untuk
naik ke podium. Suster Lucia kemudian memohon berulang-ulang untuk
berbicara secara pribadi kepada Bapa Suci mengenai rahasia Fatima akan
tetapi Sri Paus menjawab:"Dengarlah...ini bukan waktunya". Ketika hadirin
memberikan aplause kepada Suster Lucia, dia berdiri disamping Sri Paus dan
menangis tersedu-sedu, dihadapan kamera televisi.

Paus Yohannes Paulus I (?) keburu meninggal beberapa bulan setelah Ia
ditahbiskan sebagai Bapa Suci yang baru.

Paus Yohannes Paulus II, pada tanggal 13 Mei 1981, sedang ber-audiensi di
lapangan Santo Petrus ketika Ia membungkuk untuk memeluk seorang anak gadis
kecil yang memakai potret kecil Bunda Maria dari Fatima dan pada saat yang
sama Mehmet Ali Agca - pembunuh dari Turki - menembak 2x dari jarak dekat.
Tidak kena! Sekali lagi ia menembak dan mengenai bagian perut Bapa Suci.
Bapa Suci selamat dan menjadi percaya bahwa Bunda Maria-lah yang telah
menyelamatkan nyawanya dari maut. Dia kemudian diberi penglihatan akan masa
depan seperti yang digambarkan oleh nubuat Fatima. Bapa Suci percaya bahwa
satu-satunya cara mencegah perang dunia di masa depan, menyelamatkan dunia
dari atheisme, adalah dengan men-tobatkan Russia - sesuai dengan nubuat
Bunda Maria kepada Suster Lucia di Fatima.
Usaha pembunuhan, dan penglihatan supranatural yang dialami Bapa Suci,
menguatkan peran Bunda Maria terhadap Bapa Suci kita ini. Usaha pembunuhan
ini terjadi pada tanggal dan bulan yang sama dengan ulang tahun penampakan
Bunda Maria di Fatima. Selama ziarahnya di Fatima tahun 1982, Bapa Suci
juga meng-konsekrasi dunia, secara tidak langsung termasuk Russia, kepada
Hati Tak Bernoda Bunda Maria. Sementara itu di Pontevedra, Suster Lucia
kembali mendapatkan penampakan Bunda Maria yang menegaskan kepadanya bahwa:
"Tuhan menginginkan Bapa Suci, bersama-sama dengan segenap Uskup-uskup
sedunia, meng-konsekrasi Russia kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria."
Pada tahun 1984 Bapa Suci bersama segenap Uskup melakukan konsekrasi yang
diminta Suster Lucia dan pada tahun 1989 Suster Lucia - yang pasti sudah
sangat renta saat itu - mengatakan kepada Bapa Suci bahwa Surga
bersuka-cita dan Russia akan di-tobatkan. Hanya beberapa tahun setelah
Konsekrasi oleh Bapa Suci, imperium komunis Uni Sovyet telah runtuh
berkeping-keping!

Biarpun Allah memberi kesempatan kepada Setan untuk mencobai Gereja selama
seratus tahun ini, akan tetapi DIA tidak meninggalkan umatNya tanpa
pembelaan. Maka diutusNya-lah Bunda Maria untuk membangunkan umat Allah
agar bertobat dan kembali kepadaNya. Tanggapan kita terhadap pesan-pesan
dan permintan-permintaanNya (Bunda Maria), akan menentukan jalannya sejarah
di masa depan yang dekat.

Marilah kita menyebarluaskan pesan-pesan Bunda Maria di Fatima, Garabandal,
Medjugorje dan beberapa tempat lainnya. Sementara itu, kita sendiri
melakukan pesan-pesanNya tersebut di rumah dan keluarga kita masing-masing.
Dalam tayangan2 selanjutnya mudah-mudahan saya bisa memberi sedikit
pencerahan tentang pesan-pesanNya itu. Kalau anda bergegas - bagus sekali
:) - anda bisa mengunjungi website resmi penampakan di Medjugorje yaitu:
http://www.medjugorje.org .

Salam damai dalam Kristus,

Senin, 11 Mei 2009

Kenapa Wanita Menangis?




Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"

"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan" hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan dan ia bertanya: "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

Tahukah anda bahwa :

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."


Minggu, 10 Mei 2009

Cinta Sejati



Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!

Dikirim oleh Karel Mandey

Jumat, 08 Mei 2009

Kangen Ayah


Seperti biasa Alex, Manager di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Johanes, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Alex sambil mencium anaknya. Biasanya, Jo memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Jo menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Jo berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Alex beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Jo berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” kata Alex. Tetapi Jo tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Jo kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?” “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran ALex habis. “Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Johanes. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Alex nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Johanes di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Johanes didapatinya sedang berdoa lirih sambil terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. "Ya Tuhan Yesus, Johanes kangen ayah"

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Alex berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Jo. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Alex lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku hanya mau peluk Ayah tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah Rp. 5.000, Setengah jam saja aku mau beli waktu Ayah.” kata Jo polos.

Alexi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Jumat, 01 Mei 2009

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.


"Mengapa bebanku berat sekali?" aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender. "Tidak adakah istirahat dari ini?" Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.
"Ya Tuhan," aku menangis, "biarkan aku tidur. Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!"

Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan, tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku. Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.

"Anakku," orang itu bertanya, "mengapa engkau datang kepadaKu sebelum Aku siap memanggilmu?"

"Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi."

"Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

"Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

"AnakKu, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"

"Aku bisa melakukan hal itu?"

Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kakiNya. "Kau bisa mencoba semua ini."

Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

"Itu punya Joan," kataku. Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus. Kadang kala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak.
"Umm, aku coba punya Joan." Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul? pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika.
"Lepaskan beban ini!" teriakku. "Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"

"Lihat ke dalamnya."

Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku..."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.
Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba, telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

"Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya..."

"Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga : Ia memelihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami. Debra punya juga demikian : masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan. Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.

"Beban mereka semua sangat berat, Tuhan" kataku. "Kembalikan bebanku"

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.
"Mari kita lihat ke dalamnya," Tuhan berkata.

Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. "Itu bukan ide yang baik," jawabku,

"Mengapa?"

"Karena banyak sampah di dalamnya."

"Biar Aku lihat"

Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku.

Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku. "Katakan kepadaKu mengenai hal ini."

"Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan

ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas."

"AnakKu, Aku selalu memberikan kebutuhanmu.... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu."

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki. "Dan yang ini?" tanya Tuhan.

"Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya..."

"AnakKu," Tuhan berkata. "jika kau percayakan kepadaKu, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.

"Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang.

"Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bis membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku!"

"AnakKu, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu.

Itulah yang berharga di mataKu."

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya. "Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang," kataku,

"Yang terakhir, berikan kepadaKu batu bata yang terakhir." kata Tuhan.

"Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya."

"AnakKu, berikan kepadaKu." Kembali suaraNya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangaNya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat lukaNya.

"Tetapi Tuhan, bebanku ini kotor dan mengerikan, jadi Tuhan....Bagaimana dengan tanganMu? TanganMu penuh dengan luka!!"

Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajahNya untuk pertama kalinya. Dan pada dahiNya, kulihat luka yang sangat dalam... tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan," aku berbisik. "Apa yang terjadi dengan Engkau?"

MataNya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.

"AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya."

"Bagaimana?"

"Dengan darahKu"

"Tetapi kenapa Tuhan?"

"Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu."

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tanganNya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku : kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus. Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.

"Sekarang anakKu, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang."

"Ya, Tuhan, aku akan memanggilMu."

Aku mengambil kembali bebanku.

"Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik, "Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu."

Saat itu, aku merasakan damai sekali di hatiku.